Senin, 22 April 2013

Sejarah Tiga Kerajaan

KISAH TIGA KERAJAAN (San Guo Yanyi atau Sam Kok) adalah salah satu dari empat karya sastra klasik Tiongkok yang paling dikenal. Tiga lainnya adalahPerjalanan ke Barat (Kisah Kera Sakti Sun Wukong), Tepi Air, dan Impian Paviliun MerahKisah Tiga Kerajaan ditulis oleh Luo Guanzhong pada zaman Dinasti Ming.

Kisah Tiga Kerajaan berlatang belakang sejarah pada masa keruntuhan Dinasti Han, ketika tiga kerajaan yakni Wei, Shu dan Wu berdiri saling bersaing memperebutkan kekuasaan atas seluruh Tiongkok. Masa itu merupakan masa kacau : tatanan lama ambruk, peperangan melanda seluruh negeri, dan tiap orang berusaha melalui krisis dengan berbagai cara.

Dalam Kisah Tiga Kerajaan diceritakan mengenai berbagai pertempuran, siasat, dan intrik yang dilakukan oleh tokoh - tokohnya, para bangsawan, panglima perang, dan ahli stategi yang saling beradu kemampuan. Sebagian tokoh Tiga Kerajaan seperti Guan Yu (Kwan Kong) dan Zhuge Liang (Cukat Liang) masih dihormati dan dikagumi hingga kini. Filosofi, gagasan, dan stategi yang terkandung dalam kisah Tiga Kerajaan pun masih bertahan dan dihargai oleh bangsa Tiongha hingga kini.

Karena terpengaruh budaya feodal zamannya, novel Kisah Tiga Kerajaan cenderung mengelu-elukan Liu Bei (Lauw Pie), kerabat kasir Dinasti Han, yang kemudian menjadi Raja Shu, dan mencela Cao Cao (Co Coh), tokoh yang merebut takhta kaisar terakhir Dinasti Han dan menjadi Raja Wei.

Berbagai tokoh sejarah digambarkan dengan sifat - sifat khas dalam Tiga Kerajaan : Zhuge Liang yang bijak dan banyak akal, Liu Bei yang welas asih dan murah hati, Guan Yu yang menjadi lambang keteguhan hati dan kesetiaan, Zhang Fei (Thio Hui) yang berani dan blak-blakan, Zhao Yun (Tio In) yang gigih dan tak kenal takut, serta Cao Cao yang licik dan pencuriga. Tema-tema utama dalam Tiga Kerajaan yakni kekuasaan, kesetiaan, dan kewajiban sosial merupakan bahan pembahasan yang selalu menarik bagi semua orang.

Pertempuran di Kisah Tiga Kerajaan

Pertempuran Zaman 3 Kerajaan

Kronologis pertempuran yang ada di Zaman 3 Kerajaan:

1. Pemberontakan Serban Kuning
Terjadi pada saat awal kekacauan Dinasti Han. Yaitu pada saat mulainya korupsi di tubuh pemerintahan. Semua ini didalangi oleh 10 menteri yang melakukan korupsi. Pada saat itu juga Zhang Jiao, seorang religius yang menemukan buku way of peace yang dipercaya dapat menyembuhkan semua penyakit. Karena buku itu dia dapat mengumpulkan beribu-ribu pengikut yang mengikuti ajarannya. Saat itu Zhang jiao bersama kedua adiknya yaitu Zhang Liang dan Zhang Bao memberontak terhadap pemerintahan kaisar Han. Oleh karena itu, Kasira Ling memerintahkan para menteri'a unutk mengumpulkan berberapa pasukan yang bersedia menumpas pembernotakan serban kuning. Pasuka itu terdiri dari beberapa orang terkenal, contohnya : Cao Cao, Sun Jian, dan Liu Bei yang menumpas pemberontakan. Pada akhirnya Zhang Jiao mati karena sakit, dan Zhang Liang dan Zhang Bao tewas terbunuh.

2.Pertempuran melawan Dong Zhuo
Setelah pemberontakan serban kuning ditumpas dan para 10 menteri dibunuh oleh Yuan Shao, Dong Zhou adalah panglima perang berkuda mengambil ahli tahkta kekuasaan di Luo Yang. Dia mengganti kaisar Shao dengan Liu Xian (kaisar Xian). Pada saat itu Wang Yun (menteri dalam negeri) mengadakan perjamuan malam atas ulang tahunnya. Tiba-tiba dia menangis di sana dan memberitahukan bahwa Dong Zhou telah mengambil ahli kekuasaan dengan kejamnya. Cao Cao langsung tertawa terbahak-bahak karena mendengar Wang Yun bisa membunuh Dong Zhou dengan hanya menangis. Cao Cao langsung mencoba untuk membunuh Dong Zhou dengan menipu Dong Zhou agar Lu Bu pergi mencari kuda baru untuknya. Sayang rencana itu gagal, Dong Zhou bangun duluan. Cao Cao terpaksa harus menyerahak pedang Wang Yun yang berharga tersebut. Setelah Lu Bu kembali Dong Zhou langsung sadar bahwa Cao Cao akan membunuhnya tadi dan memerintahkan seluruh daerah untuk menangkap Cao Cao. Pada saat itu Cao Cao tertangkap dan dibwa oleh hakim Chen Gong, tapi setelah berpikir terus akhirnya Cao Cao dibebaskan dan Chen Gong pun memutuskan untuk mengikuti Cao Cao. Tapi dalam perjalan ke rumah saudara angkat ayah Cao Cao, Liu Bashie. Cao Cao salah sangka dan membunuh pelayan dan saudara ayah angkatnya sendiri. Chen Gong yang terkejut karena kekejaman Cao Cao, Chen Gong langsung melarikan diri ke Lou Yang dan meninggalkan Cao Cao sendirian. Cao Cao tahu Chen Gong pergi dan ia kembali ke Chen Liu untuk membentuk pasukan barunya. Dia juga mengudang para gubernur dan termasuk diantaranya gubernur Bo Hai, Yuan Shao. Saat itu Yuan Shao terpilih sebagai ketua aliansi melawan Dong Zhou. Pada saat pertempuran pertama di gerbang Si Shui, Sun Jian berhasil memenangkan pertempuran tersebut dan Guan Yu membunuh Hua Xiong (Penajag gerbang Si Shui). Dan pasuka aliansi juga berjaya di gerbang Hu Lao yang dijaga ketat oleh Lu Bu. Dan itu memaksakan Dong Zhou untuk memindahkan ibukota ke Chang An dan membakar Lou Yang.

3. Pertempuran di Xia Pi
Setelah Lu Bu membunuh Dong Zhou di Chang An, Li jue dan Gou Si mengalahkan Lu Bu dan Lu Bu kabur ke Xia Pi. Disini banyak kejadian antara Lu Bu, Cao Cao, dan Liu Bei. Karena Cao Cao dapat mengadu domba antara Liu Bei dan Lu Bu atas saran Xun Yu, maka dia dapat merebut Pu Yang yang dikuasai oleh Lu Bu dulunya. Cao CAo akhirnya bersatu dengan Liu Bei untuk mengalahkan Lu Bu. Lu Bu, Zhang Liao, Gao Shun dan Chen Gong tertangkap. Zhang Liao dibebaskan dan Lu Bu, Gao Shun dan Cheng Gong dieksekusi mati oleh Cao Cao. Dengan pertepuran ini berakhirnya kisah orang yang terkuat di China yaitu Lu Bu.

4. Kematian Sun Jian dan Sun Ce
Sun Jian yang berbohong karena dirinya tidak mengambil stempel kerajaan tewas oleh Huang Zhu (anak buah Liu Biao). Digantikan oleh Sun Ce yang masih berusia 17 tahun. Tapi Sun Ce terpaksa mengabdi di Yuan Shu karena pasukanya terlalu sedikit. Sun Ce bersama adik angkatnya Zhou Yu menyerang Wang Lang, Yan Baihu secara bersamaan. Disana SUn Ce mendapat orang rekrutan yang bagus sperti Zhou Tai, Jiang Qin, dan Taishi Chi. Sun Ce diberikan gelar Penakluk Kecil (Little Conquerror) oleh anak buahnya. Saat dia ingin menyerang Xu Chang, Xu Gong mengirim surat ke Cao CAo. Tapi kurir tersebut ditangkap oleh Sun Ce dan dia juga membunuh Xu Gong. Tapi saat berburu hewan hutan, Sun Ce diserang oleh kasim Xu Gong dan tewas terkena panah racun di kepalanya. Zhou Yu sangat menyesal atas kematian Sun ce. Saat itu Sun Ce digantikan oleh Sun Quan pada saat usia di masih sangat muda.

5. Pertempuran di Guan Du
Setelah Lu Bu mati dan Cao Cao diangkat menjadi perdana menteri kaisar di China, Cao Cao langsung menjadi terkenal dan berencana membunuh Liu Bei. Tapi Liu Bei yang kabur terpisah dengan Zhang Fei dan Guan Yu. Liu Bei kabur ke Yuan Shao dan mendesak Yuan Shao agar berperang melawan Cao Cao karena Cao Cao adalah pengkhianat. Yuan Shao setuju dan berperang dengan Cao Cao di Guan Du. Ketika 2 jenderal Yuan Shao yaitu Yan Liang dan Wen Chou menyerang Cao Cao, mereka tewas seketika oleh Guan Yu yang ada di kubu Cao Cao. Yuan Shao menjadi sangat marah dan tahu bahwa yang membunuh 2 jenderalnya adalah adik angkat Liu Bei, Guan Yu. Tapi Liu Bei memberitahukan bahwa itu hanya siasat Cao Cao. Yuan Shao langsung sadar dan membiarkan Liu Bei pergi dan bertemu kemballi dengan kedua adik angkatnya kembali. Pertempuran berlangsung imbang, sampai Cao Cao membakar tempat suplai makanan Yuan Shao di Wu Chang. Yan SHao akhirnya mundur ke Bei Hai dan mati sakit disana. Cao Cao mengutus anaknya Cao Pi untuk memberantas keluarga Yuan di China. Dan ini menjadi akhir dari klan Yuan di China.

6. Pertempuran di Chi Bi
Setelah Yuan Shao kalah dan Cao Cao menguasai China utara. Cao Cao mengejar pasukan Liu Bei di Chang Ban. Tapi karena strategi Zhuge Liang dan aksi heroik Zhang Fei di jembatan Chang Ban, maka Liu Bei dapat lolos dari Cao Cao dan bertemu Sun Quan di Jiang Ling. Mereka bersatu melawan Cao Cao dan bertemu di Chi Bi (Tebing Merah). Dengan bantuan angin barat laut dan strategi Zhou Yu maka 100.000 kapal Cao Cao terbakar habis karena api yang cepat menyebar. Cao Cao akhirnya mundur ke Xu Chang dan Zhou Yu secara mendadak mati sakit dan digantikan oleh Lu Meng.

7. Tiga negara terbentuk
Kemenangan aliansi Sun-Liu membuahkan perpecahan di antara mereka. Mereka mulai memperebutkan Jingzhou yang ditinggalkan Cao Cao. Perebutan ini dimenangkan oleh Sun Quan, yang melakukan serangan militer ke selatan Jingzhou di bawah pimpinan Zhou Yu. Zhou Yu berencana melanjutkan ekspansi militer ke Prefektur Yi yang dikuasai Liu Zhang namun ia meninggal dalam perjalanan. Lu Su yang menggantikannya menghentikan rencana ini dan meminjamkan Jingzhou kepada Liu Bei untuk pangkalan militer sementara untuk menahan kemungkinan serangan Cao Cao. Saat ini, Liu Zhang mengundang Liu Bei untuk membantu Yi melawan kemungkinan ekspansi Cao Cao bila berhasil menduduki Hanzhong. Liu Bei berangkat menuju Yizhou meninggalkan Guan Yumenjaga Jing. Perseteruan Liu Bei dan Liu Zhang pecah pada tahun 212 , Liu Bei lalu menduduki Cheng Du dan memaksa Liu Zhang menyerahkan kekuasaan Yizhou kepadanya. Pada saat ini, 3 kerajaan terbentuk. Shu oleh Liu Bei, Wei oleh Cao Cao, dan Wu oleh Sun Quan.
8. Kematian Guan Yu
Setelah Pasukan Cao Cao kehilangan Han Zhong oleh pasukan Liu Bei, Cao Cao juga mendapat hasil seri melawan Sun Quan di He Fei (Zhang Liao adalah penentu kemenagan Wei) dan Ru Xu Kou (Gan Ning adalah penetu kemenangan Wu). Sima Yi, strategis Cao Cao mengusulkan agar berdamai dengan Wu dan menyerang Guan Yu di Jing. Usul itu diterima oleh Sun Quan dan merebut Jing dari Guan Yu yang pada saat itu Guan Yu mendapat perintah dari Liu Bei untuk menyerang Kastil Fan yang dijaga oleh Cao Ren. Sayang karena pengkhianatan dan kemerosotan moral pasukan Guan Yu, akhirnya Guan Yu tewas di Mai Cheng setelah ditangkap oleh Sun Quan dan dieksekusi mati disana. Namun setelah Guan Yu tewas, Lu Meng mendadak sakit keras dan meninggal dunia. Dia digantika oleh Lu Xun

9. Kematian Liu Bei dan Zhang Fei
Kematian Guan Yu mebuat Liu Bei dan Zhang Fei benar-benar marah besar. Liu Bei segera berperang dengan Sun Quan di Yi Ling. Padahal Zhuge Liang memberitahukan bahwa moral pasuka Shu sedang turun dan tidak baik untuk berperang sekarang. Tapi Liu Bei tidak mematuhinya dan pergi berperang melawan Sun Quan. Zhuge Liang datang terlambat ke Yi Ling pada saat pasukan Wu menggunakan api untuk membakar perkemahan Shu yang dibuat oleh Lu Xun. Pada saat itu juga Zhang Fei tewas di Yi Ling karena diserang pada saat dia tidur. Walaupun Liu Bei dapat kabur dari medan pertempuran, tapi Liu Bei tewas karena asap kebakaran di Yi Ling. Dia digantukan oleh Liu Chan yang masih terlalu kecil untuk memimpin Shu.

10. Kudeta Sima Yi dan runtuhnya kerajaan Shu
Setelah Cao Cao, Cao Pi dan Cao Rui mati karena sakit, Cao Fang mengantikan posisi Cao Rui sebaga kaisar Wei. Cao Fang membuat Sima Yi marah karena dicopot jabatannya oleh Cao Fang. Sima Yi lalu memberontak dan membunuh Cao Fang dan digantikan oleh Cao Shang. Sima Yi lalu meninggal karena sudah tua. Dia Digantikan oleh 2 anaknya yaitu, Sima Shi dan Sima Zhao. Mereka sama-sama mengudeta Kaisar Wei. Pada saat pemerintahan Sima Zhao, Wei dapat mengalahkan Shu dengan 2 jenderalnya yaitu Deng Ai dan Zhong Hui. Pada akhirnya Sima Yan memaksa Kaisar Wei terkahir Cao Huan untuk turun takhta. Sima Yan kemudian mengganti nama kerajaan Wei menjadi kerajaan Jin.

11. Tiga Kerajaan melebur menjadi satu.
Kerajaan Jin terus menyerang Wu (Kaisar : Sun Hao). Dan pada akhirnya Wu takluk. Pada akhirnya China yang dulunya terpecah menjadi 3 kerajaan menyatu menjadi satu kembali.
Kata pembukaan novel Kisah Tiga Negara; Seluruh kekuatan di dunia, bersatu untuk bercerai dan bercerai untuk bersatu kembali

Minggu, 24 Maret 2013

Teman jahil! :D
Tarjo : jar , lu kan pinter bahasa inggris nih , gue tes yah .

Fajar : boleh .

Tarjo : FORGET artinya apa ?

Fajar : LUPA .

Tarjo : aduh gimana sih , gitu aja lupa , artinya WHAT apa ?

Fajar : APA .

Tarjo : gimana sih , katanya pinter bahasa inggris , malah balik nanya , bego lo , skrg gua tanya lagi , tapi harus dijawab sekarang .

Fajar : iyah .

Tarjo : artinya tomorrow apa ?

Fajar : besok .

Tarjo : ah oon lo , kan gw bilang jawabnya skrg , malah besok , pertanyaan terakhir , bahasa inggrisnya , saya suka dua dingin ?

Fajar : I LOVE TWO COOL .

Tarjo : wah , udah bego , oon , gila lagi , masa lu suka sama mbah tukul #kaburrr
* ngiprit nenteng sendal* .

Fajar : ANJRIT gw dikerjain tarjo
* bawa pacul ngejar tarjo*

Sabtu, 16 Maret 2013

HISTORY

" BUAT YANG MAU NIKAH, BACA DULU NIH "

Jika landasan pernikahan adalah karena SEX, maka pasangan rajin bertengkar jika pelayanan di kamar tidur tidak memuaskan.

Jika landasan pernikahan adalah karena HARTA, maka pasangan bakal bubar jika bangkrut.

Jika landasan pernikahan adalah karena TUBUH, pasangan bakal lari jika rambut beruban dan muka keriput atau badan jadi gendut.

Jika landasan pernikahan adalah karena ANAK, maka pasangan akan cari alasan untuk pergi jika buah hati (anak) tidak hadir.

Jika landasan pernikahan adalah karena KEPRIBADIAN, pasangan akan lari jika orang berubah tingkah lakunya.

Jika landasan pernikahan adalah karena CINTA, hati manusia itu tidak tetap dan mudah terpikat pada hal-hal yang lebih baik, lagi pula manusia yang dicintai pasti MATI.

Jika landasan pernikahan adalah karena IBADAH kepada Allah, sesungguhnya Allah itu KEKAL dan MAHA PEMBERI HIDUP kepada makhluknya.

Allah mencintai hambanya melebihi seorang ibu mencintai bayinya.

Maka tak ada alasan apapun di dunia yang dapat meretakkan rumah tangga kecuali jika pasangan mendurhakai Allah.

Buat yg udah baca, jangan lupa di SHARE ya sobat....

Yang menyebarkan kebaikan akan selalu mendapatkan pahala yg sama dengan yg melakukan kebaikan karenanya... ^_^

Pesan dari sang pengguna Mangekyo Sharingan yaitu Madara Uchiha adalah:
~INGAT Cinta dapat melahirkan Kebencian~

Baca sebentar dulu yuk,cuman buat hiburan doang kok...

[[CINTA, KASIH dan SAYANG]]

like dulu baru baca

Ibu Guru : RINDU ?
Rindu : Hadir Ibu Guru...
Ibu Guru : Benci ?
Benci : Saya !
Ibu Guru : KASIH ..?
Murid2 : Tak Hadir Ibu Guru...
Ibu Guru : SAYANG ?
Murid2 : Sakit Ibu Guru..
Ibu Guru : CINTA ? CINTA mana ?
RINDU & BENCI : Cinta Pulang Ibu
Guru..
Ibu Guru : Kenapa ?
Serentak RINDU & BENCI
Menjawab : Karena Cinta Tak Akan
Pernah Hadir Tanpa KASIH &
SAYANG ...

Hehe, so sweet bnget dech,..

~~~



 


Misteri! Di hempap ketika tidur
Saya tidak menafikan bahawa kebanyakan daripada kita pernah mengalami kejadian pelik ketika kita sedang tidur. Sama ada ianya ialah mimpi pelik, mimpi ngeri, tidur berjalan dan sebagainya. Tetapi satu topik yang selalu dibicarakan dan menjadi tanda tanya kepada masyarakat umum ialah ‘Dihempap Ketika Tidur‘.
Untuk pengatahuan anda, dihimpit ketika tidur merupakan satu fenomena dimana badan kita terasa seperti ditindih atau lumpuh ketika tidur dan dipercayai berkaitan dengan perkara mistik. Penulis percaya, tak ramai daripada anda yang akan percaya dengan apa yang akan diceritakan nanti, hanya mereka yang pernah mengalaminya sahaja yang akan faham kebenaran entri ini.
Satu soalan yang selalu dikemukakan kepada saya ialah: “Betul ke bang kalau waktu tidur, kita dihempap dan itu ialah satu jenis gangguan makhluk halus? Atau pun ianya sekadar mainan tidur dan masalah fisiologi dan psikologi sahaja? Kalau benar ianya gangguan makhluk halus, bagaimana kita hendak membezakannya?”
Ini ialah satu persoalan yang mudah penjelasannya. Sejak dahulukala lagi masyarakat Asia telah dimomokkan dengan mitos dan ketahyulan mengenai subjek ini : tiada kaedah dan penjelasan yang jelas. Tidak terkecuali juga perawat perawat tradisional yang tua dan muda, pernah saya tengok tergagap gagap nak menjawab soalan mudah seperti ini.
Didalam istilah sains, dihimpit atau dihempap ketika tidur ini digelar sebagai ‘sleep paralysis’.. Sleep paralysis nih terjadi akibat tidur kita terlalu lena dimana semua organ badan kita berehat kecuali otak (medulla oblongata), jantung dan paru-paru sahaja.. Ketika kita sedang syok tidur tuh tiba-tiba otak kita teraktif sedikit maka, secara automatiknya kita akan sedikit tersedar ketika masih didalam fasa tidur dimana keadaan anggota badan kita ketika itu masih lagi didalam keadaan rehat (tidur).. Jadi akibat dari itu, kita akan merasakan badan kita seolah-olah lumpuh dan langsung tidak boleh bergerak serta sedikit lemas, ape lagi.. panik terus la kan?
Akan tetapi sehingga ke hari ini, saintis masih lagi tidak dapat mengkaji bagaimana mimpi ngeri itu boleh wujud disaat kita kena himpit tu misterikan?
Percayalah pada saat itu kita sebenarnya masih belum tersedar sepenuhnya, tetapi hanya separa sedar sahaja.. sebab itulah kita akan terasa sangat-sangat mengantuk dan juga mamai giler semasa kena himpit tuh.. apabila kita cuba untuk meronta-ronta, kita akan merasakan bahawa badan kita seolah-olah bergerak sikit-sikit tetapi hakikatnya badan kita sedikit pun tidak bergerak
Satu lagi, kita juga tidak akan dihimpit apabila kita tidur didalam keadaan duduk, memang sangat-sangat misteri! Akan tetapi, kita sebagai umat islam memang tak salah untuk percaya bahawa itu adalah gangguan syaitan. Rasullullah saw pun pernah menyebut tentang perkara ini kalau nak lebih detail lagi sebaiknya rujuk Ustaz ataupun Ustazah.
Cara mengelakkan daripada dihimpit ketika tidur


 Bisa Tetap Sehat Tanpa Organ Penting Ini!

Tubuh kita merupakan mesin ajaib yang terdiri dari organ vital, saraf, pembuluh darah dan sebagainya. Semuanya bekerja sama untuk membuat kita tetap dalam kesehatan yang optimal.

Namun terkadang, seperti mesin, beberapa bagian tubuh kita mengalami kerusakan. Jika organ yang rusak, pengangkatan menjadi pilihan terbaik.

Tapi tenang. Kita masih tetap sehat dan hidup normal meskipun beberapa organ diangkat, seperti dilansir dari Foxnews (15/3).

Ginjal. Tuhan memberikan kita sepasang ginjal untuk menyaring racun dari darah, membantu mempertahankan tekanan darah dan menjaga tingkat nutrisi dalam tubuh.

Sayangnya, sebagian orang terlahir hanya dengan satu ginjal atau terpaksa mengalami pengangkatan ginjal karena infeksi atau mendonorkan satu ginjalnya. Dengan satu ginjal, Anda masih bisa tetap hidup sehat dan normal asalkan menjaga pola makan sehat, menghindari alkohol dan obat-obatan yang dapat melukai ginjal.

Limpa. Tugas limpa adalah menyaring darah dan membantu tubuh memerangi infeksi. Tapi tanpa limpa di tubuh (karena rusak), Anda masih bisa bertahan hidup karena hati akan mengambil alih fungsinya. Yang perlu diperhatikan adalah Anda harus menjaga daya tahan tubuh karena orang tanpa limpa sangat rentan terhadap infeksi.

Organ reproduksi. Rahim wanita bisa diangkat karena masalah kanker, fibroid rahim, nyeri panggul kronis atau alasan lainnya. Sedangkan pria juga berisiko tidak memiliki testis karena harus diangkat akibat kanker testis. 

Tanpa organ reproduksi, Anda masih bisa hidup sehat seperti orang dengan organ reproduksi. Namun, Anda tidak bisa memiliki keturunan. Dan bagi wanita usia produktif, dirinya tidak akan mengalami menstruasi. 

Perut. Biasanya, perut akan diangkat ketika Anda memiliki kanker perut. Kerongkongan akan langsung terhubung dengan usus kecil Anda dan ahli bedah akan memperluas daerah usus kecil sebagai perut pengganti. Makanan akan diproses sama seperti sebelumnya, tetapi Anda tidak dapat menyerap vitamin B12 terlalu banyak.

Usus besar. Penderita Crohn dan kanker usus besar harus rela ususnya diangkat demi mencegah hal yang lebih parah. Ahli bedah akan membuat 'kantung' baru dalam tubuh yang bertindak sebagai pengganti usus. Namun, jika Anda tak menginginkan 'kantung' tersebut, hidup tanpa usus pun tak masalah.

Sabtu, 01 Desember 2012


 Biografi Napoleon Bounarpate





Napoleon Bonaparte (1769 1821) mungkin merupakan sosok yang selalu menimbulkan kontroversi bagi banyak orang. Mereka yang hidup pada jaman itu ataupun setelahnya hampir selalu menghadapi dilemma dalam menilainya: apakah ia seorang yang bengis dan bar-bar yang suka membunuh orang ataukah seorang pemimpin yang selalu mendapat simpati dari pengikutnya? Ia dikabarkan selalu memberi racun tentaranya yang terluka setiap usainya peperangan. Apakah itu disebabkan ia tak peduli kepada mereka atau justru karena ia tak tega melihat mereka menderita dan tak ingin melihat mereka menderita? Konon ia juga selalu membawa bekal sedikit di setiap peperangan dari yang semestinya diperlukan pasukannya. Apakah itu karena ia kejam dan tak punya belas kasih atau justru karena ia seorang yang realistis? Ia mungkin saja berpikir bahwa akan banyak tentara yang mati dalam peperangan sehingga jumlah pasukan berkurang. Mungkin kita akan menemukan jawabannya jika mengetahui lebih banyak tentang dirinya


Jendral dan Kaisar Perancis yang tenar, Napoleon I, keluar dari rahim ibunya di Ajaccio, Corsica, tahun 1769. Nama aslinya Napoleon Bonaparte. Corsica masuk wilayah kekuasaan Perancis cuma lima belas bulan sebelum Napoleon lahir, dan pada saat-saat remajanya Napoleon seorang nasionalis Corsica yang menganggap Perancis itu penindas. Tetapi, Napoleon dikirim masuk akademi militer di Perancis dan tatkala dia tamat tahun 1785 pada umur lima belas tahun dia jadi tentara Perancis berpangkat letnan.

Kesempatan pertama Napoleon menampakkan kebolehannya adalah di tahun 1793, dalam pertempuran di Toulon (Perancis merebut kembali kota itu dari tangan Inggris), tempat Napoleon bertugas di kesatuan artileri. Pada saat itu dia sudah tidak lagi berpegang pada paham nasionalis Corsicanya, melainkan sudah menganggap diri orang Perancis. Sukses-sukses yang diperolehnya di Toulon mengangkat dirinya jadi brigjen dan pada tahun 1796 dia diberi beban tanggung jawab jadi komando tentara Perancis di Itali. Di negeri itu, antara tahun 1796-1797, Napoleon berhasil pula merebut serentetan kemenangan yang membuatnya seorang pahlawan tatkala kembali ke Perancis.

Di tahun 1798 ia memimpin penyerbuan Perancis ke Mesir. Langkah ini ternyata merupakan malapetaka. Di darat, umumnya pasukan Napoleon berhasil, tetapi Angkatan Laut Inggris di bawah pimpinan Lord Nelson dengan mantap mengobrak-abrik armada Perancis, dan di tahun 1799 Napoleon meninggalkan pasukannya di Mesir dan pulang ke Perancis.

Begitu sampai di Perancis, Napoleon yang jeli itu dapat berkesimpulan bahwa rakyat Perancis lebih terkenang dengan kemenangan-kemenangannya di Itali ketimbang kegagalan ekspedisi Perancis ke Mesir. Berpegang pada fakta ini, hanya sebulan sesudah dia menginjak bumi Perancis, Napoleon ambil bagian dalam perebutan kekuasaan bersama Albe Sieyes dan lain-lainnya. Kup ini melahirkan sebuah pemerintah baru yang disebut “Consulate” dan Napoleon menjadi Konsul pertama. Kendati konstitusi sudah disusun dengan cermat dan diterima lewat persetujuan plebisit rakyat, ini cuma kedok belaka untuk menutupi kediktatoran militer Napoleon yang dengan segera mampu menyikut dan melumpuhkan lawan-lawannya.

Naiknya Napoleon ke tahta kekuasaan betul-betul menakjubkan. Tepatnya di bulan Agustus 1793, sebelum pertempuran Toulon, Napoleon samasekali tidak dikenal orang. Dia tak lebih dari seorang perwira rendah berumur dua puluh empat tahun dan bukan sepenuhnya orang Perancis. Tetapi, kurang dari enam tahun kemudian –masih dalam usia tiga puluh tahun– sudah menjelma jadi penguasa Perancis yang tak bisa dibantah lagi, posisi yang digenggamnya selama lebih dari empat belas tahun.

Di masa tahun-tahun kekuasaannya, Napoleon melakukan perombakan besar-besaran dalam sistem administrasi pemerintahan serta hukum Perancis. Misalnya, dia merombak struktur keuangan dan kehakiman, dia mendirikan Bank Perancis dan Universitas Perancis, serta menyentralisir administrasi. Meskipun tiap perubahan ini punya makna penting, dan dalam beberapa hal punya daya pengaruh jangka lama khususnya untuk Perancis, tidaklah punya pengaruh yang berarti buat negeri lain.

Tetapi salah satu perombakan yang dilakukan oleh Napoleon punya daya pengaruh yang melampaui batas negeri Perancis sendiri. Yaitu, penyusunan apa yang termasyhur dengan sebutan Code Napoleon. Dalam banyak hal, code ini mencerminkan ide-ide Revolusi Perancis. Misalnya, di bawah code ini tidak ada hak-hak istimewa berdasar kelahiran dan asal-usul, semua orang sama derajat di mata hukum. Berbarengan dengan itu code tersebut cukup mendekati hukum-hukum lama dan adat kebiasaan Perancis sehingga diterima oleh rakyat Perancis dan sistem pengadilannya. Secara umum, code itu moderat, terorganisir rapi dan ditulis dengan ringkas, jelas, serta dapat diterima, tambahan pula mudah difahami. Akibatnya, code ini tidak hanya berlaku di Perancis (hukum perdata Perancis yang berlaku sekarang hampir mirip dengan Code Napoleon itu) tetapi juga diterima pula di negeri-negeri lain dengan perubahan-perubahan yang disesuaikan dengan keperluan setempat.

Politik Napoleon senantiasa menumbuhkan keyakinan bahwa dialah seorang yang membela Revolusi Perancis. Tetapi, di tahun 1804 dia sendiri pula yang memperoklamirkan diri selaku Kaisar Perancis. Tambahan lagi, dia mengangkat tiga saudaranya keatas tahta kerajaan di beberapa negara Eropa. Langkah ini tidak bisa tidak menumbuhkan rasa tidak senang pada sebagian orang-orang Republik Perancis yang menganggap tingkah itu sepenuhnya merupakan pengkhianatan terhadap ide-ide dan tujuan Revolusi Perancis. Tetapi, kesulitan utama yang dihadapi Napoleon adalah peperangan dengan negara-negara asing.

Di tahun 1802, di Amiens, Napoleon menandatangani perjanjian damai dengan Inggris. Ini memberi angin lega kepada Perancis yang dalam tempo sepuluh tahun terus-menerus berada dalam suasana perang. Tetapi, di tahun berikutnya perjanjian damai itu putus dan peperangan lama dengan Inggris dan sekutunya pun mulai lagi. Walaupun pasukan Napoleon berulang kali memenangkan pertempuran di daratan, Inggris tidak bisa dikalahkan kalau saja armada lautnya tak terlumpuhkan. Malangnya untuk Napoleon, dalam pertempuran yang musykil di Trafalgar tahun 1805, armada laut Inggris merebut kemenangan besar. Karena itu, pengawasan dan keampuhan Inggris di lautan tidaklah perlu diragukan lagi. Meskipun kemenangan besar Napoleon (di Austerlitz melawan Austria dan Rusia) terjadi enam minggu sesudah Trafalgar, hal ini sama sekali tidak bisa menghapus kepahitan kekalahan di sektor armada laut.

Di

tahun 1808 Napoleon perbuat ketololan besar melibatkan Perancis ke dalam peperangan yang panjang dan tak menentu ujung pangkalnya di Semenanjung Iberia, tempat tentara Perancis tertancap tak bergerak selama bertahun-tahun. Tetapi, kekeliruan terbesar Napoleon adalah serangannya terhadap Rusia. Di tahun 1807 Napoleon bertemu muka dengan Czar, dan dalam perjanjian Tilsit mereka bersepakat menggalang persahabatan abadi. Tetapi, persepakatan dan persekutuan itu lambat laun rusak, dan di tahun 1812 bulan Juni Napoleon memimpin tentara raksasa menginjak-injak bumi Rusia.

Hasil dari perbuatan ini sudah sama diketahui. Tentara Rusia umumnya menghindar dari pertempuran langsung berhadapan dengan tentara Napoleon, karena itu Napoleon dapat maju dengan cepatnya. Di bulan September Napoleon menduduki Moskow. Tetapi, orang Rusia membumihanguskan kota itu dan sebagian besar rata dengan tanah. Sesudah menunggu lima minggu di Moskow (dengan harapan sia-sia Rusia akan menawarkan perdamaian), Napoleon akhirnya memutuskan mundur, tetapi keputusan ini sudah terlambat. Gabungan antara pukulan tentara Rusia dan musim dingin yang kejam, tak memadainya suplai pasukan Perancis mengakibatkan gerakan mundur itu menjadi gerakan mundur yang morat-marit. Kurang dari sepuluh persen tentara raksasa Perancis bisa keluar dari bumi Rusia hidup-hidup.

Negara-negara Eropa lain, seperti Austria dan Prusia, sadar benar mereka punya kesempatan baik menghajar Perancis. Mereka menggabungkan semua kekuatan menghadapi Napoleon,dan pada saat pertempuran di Leipzig bulan Oktober 1813, Napoleon kembali mendapat pukulan pahit hingga sempoyongan. Tahun berikutnya dia berhenti dan dibuang ke Pulau Elba, sebuah pulau kecil di lepas pantai Itali.

Di tahun 1815 dia melarikan diri dari Pulau Elba, kembali ke Perancis, disambut baik dan kembali berkuasa. Kekuatan-kekuatan Eropa segera memaklumkan perang dan seratus hari sehabis duduknya lagi ia di tahta kekuasaan, Napoleon mengalami kekalahan yang mematikan di Waterloo.

Sesudah Waterloo, Napoleon dipenjara oleh orang Inggris di St. Helena, sebuah pulau kecil di selatan Samudera Atlantik. Di sinilah dia menghembuskan nafasnya yang terakhir tahun 1821 akibat serangan kanker.

Karier militer Napoleon menyuguhkan paradoks yang menarik. Kegeniusan gerakan taktiknya amat memukau, dan bila diukur dari segi itu semata, bisa jadi dia bisa dianggap seorang jendral terbesar sepanjang jaman. Tetapi di bidang strategi dasar dia merosot akibat bikin kekeliruan-kekeliruan besar, seperti misalnya penyerbuan ke Mesir dan Rusia. Kesalahan strateginya begitu bego sehingga Napoleon tak layak dijuluki pemimpin militer kelas wahid. Apakah anggapan kedua ini tidak adil? Saya kira tidak. Sesungguhnya, ukuran kebesaran seorang jendral terletak pada kemampuannya mengelak dari berbuat kesalahan-kesalahan yang menuntun kearah kehancuran. Hal semacam itu tak terjadi pada diri Alexander Yang Agung, Jengis Khan dan Tamerlane yang tentaranya tak pernah terkalahkan. Berhubung Napoleon pada akhirnya dapat dikalahkan di tahun 1815, Perancis memiliki daerah lebih kecil ketimbang yang pernah dipunyainya di tahun 1879, saat pecahnya Revolusi.

Napoleon tentu saja seorang “egomaniac” dan sering dianggap semodel dengan Hitler. Tetapi, ada perbedaan yang ruwet diantara keduanya. Jika Hitler bertindak sebagian terbesarnya atas dorongan ideologi yang tersembunyi, Napoleon semata-mata terdorong oleh ambisi yang oportunistis dan dia tak punya selera melakukan penjagalan besar dan gila-gilaan. Dalam masa pemerintahan Napoleon, tidak terdapat semacam kamp konsentrasi seperti yang dipunyai Hitler.

Teramat masyhurnya nama Napoleon amat mudah menjebak orang menganggap dia itu berpengaruh besar secara berlebih-lebihan. Masa pengaruh jangka pendeknya memang besar, mungkin lebih besar dari Alexander Yang Agung walaupun tidak sebesar Hitler. (Menurut taksiran, sekitar 500.000 tentara Perancis mati dalam perang Napoleon, sedang sekitar 800.000 orang Jerman tewas selama Perang Dunia ke-2). Dengan ukuran apa pun, perbuatan pengrusakan Napoleon lebih sedikit ketimbang apa yang diperbuat Hitler.

Dalam kaitan pengaruh jangka panjang, tampaknya Napoleon lebih penting ketimbang Hitler, meski lebih kurang penting dibanding Alexander Yang Agung. Napoleon melakukan perubahan luas dalam tata administrasi Perancis, tetapi penduduk Perancis cuma satu per tujuh puluh penduduk dunia. Dalam tiap kejadian, perubahan administratif macam itu harus ditinjau dari sudut perspektif yang sewajarnya. Pengaruhnya terhadap orang Perancis jauh lebih sedikit ketimbang perubahan-perubahan sejumlah kemajuan teknologi dalam masa dua abad belakangan ini.

Banyak orang bilang, masa Napoleon menyediakan peluang bagi perubahan-perubahan bagi terkonsolidasinya dan semakin mapannya kaum borjuais Perancis. Di tahun 1815, tatkala monarki Perancis akhirnya tersusun kembali, perubahan-perubahan ini ditopang dan dilindungi begitu baiknya sehingga kemungkinan bisa kembalinya pola-pola sosial orde lama suatu hal yang sepenuhnya mustahil. Tetapi, perubahan terpenting sebetulnya terjadi dan tersusun sebelum Napoleon. Pada tahun 1799 ketika Napoleon memegang kendali pemerintahan mungkin setiap jalan ke arah kembalinya ke masa status quo sudah terlambat. Tetapi, lepas dari ambisi Napoleon sendiri yang keraja-rajaan, dia memang pegang peranan penting menyebarnya ide revolusi ke seluruh Eropa.

Napoleon juga membawa akibat timbulnya pengaruh-pengaruh luas dan besar dalam revolusi Amerika Latin. Penyerbuannya ke Spanyol melemahkan pemerintahan Spanyol sehingga cengkraman kolonialnya di daerah-daerah jajahannya juga dengan sendirinya melonggar dan tidak efektif. Dalam situasi de facto otonomi inilah gerakan-gerakan kemerdekaan Amerika Latin mulai meletus. Napoleon di pertempuran Waterloo.

Dari semua langkah perbuatan Napoleon, yang paling penting dan paling punya pengaruh berjangka panjang justru yang berada di luar rencananya dan tidak ada sangkut pautnya dengan rencana Napoleon sendiri.

Di tahun 1803, Napoleon menjual daerah luas kepada Amerika Serikat. Dia tahu, milik Perancis di Amerika Utara sulit dilindungi menghadapi serangan-serangan Inggris. Selain itu, dia juga perlu duit, penjualan tanah Louisiana itu mungkin merupakan jual-beli tanah secara damai yang terbesar dalam sejarah sekaligus mengubah Amerika Serikat menjadi suatu negara yang berukuran benua. Sukar dibayangkan apa bentuknya Amerika Serikat tanpa Louisiana ini. Pasti akan merupakan negeri yang samasekali berbeda dengan apa yang kita kenal sekarang. Dan pula layak diragukan Amerika Serikat bisa menjadi negeri kuat tanpa jual-beli Louisiana ini.

Napoleon, tentu saja, bukanlah satu-satunya orang yang berperanan dan bertanggung jawab atas penjualan ini. Pemerintah Amerika jelas pegang peranan pula. Tetapi, penawaran Perancis menjual Louisiana diputuskan dalam perundingan oleh satu orang. Dan orang itu Napoleon Bonaparte.